Friday, October 5, 2007

Asmaul Husna

Saya tidak menghitung hari puasa ke berapakah hari ini. Tapi setelah sholat ashar, saya berjalan kaki dari rumah ibu saya menuju masjid Al Ikhlas Cipete. Saat itu saya akan menghadiri undangan untuk berbuka puasa bersama siswa kelas 4,5 dan 6.

Saya hadir terlambat, karena memang saya diundang pukul 16.00, namun rupanya siswa sudah hadir sejak ba’da ashar. Saat saya tiba,
kepala sekolah Bapak Ahmadi sedang memberikan ceramah mengenai ASMAUL HUSNA.
Siswa siswi yang duduk berkelompok sedemikian rupa dan didampingi seluruh guru terlihat memperhatikan dengan seksama.

Saya ditemani oleh salah satu wakil kepala sekolah Ibu Yanti, yang banyak memberikan masukkan bagi saya mengenai kegiatan asmaul husna yang sebetulnya juga menjadi perhatian saya selama ini, terutama setelah saya tanpa sengaja memperhatikan seorang anak saat pertemuan orang tua murid beberapa bulan yang lalu..

Saat itu saya yang harus memberikan beberapa patah kata, ikut duduk bersama orangtua hingga acara berakhir sambil mendengar penjelasan Kepala Sekolah mengenai program sekolah tahunan. Diantara penjelasannya, Kepala Sekolah memasang dan memperdengarkan video Asmaul Husna versi ESQ sambil mengajak seluruh hadirin mengikuti lafaz Asmaul Husna.

Satu baris di belakang saya, ada beberapa siswa yang belakangan saya tau baru duduk di kelas 2 SD ikut bersama orang tuanya. Saat video ditayangkan, rupanya anak-anak itu ikut melafazkan dengan baik dan sesuai urutan. Salah satu wakil kepala sekolah yang juga mengamati akhirnya memberikan pengeras suara kepada salah satu siswa tersebut. Subhanallah…..ternyata mereka begitu lancar mengikuti! Bagaimana tidak, kalau di gedung SD Timur dan gedung SMP selalu diperdengarkan Asmaul Husna dua kali seminggu melalui pengeras suara ke kelas-kelas sebelum awal pelajaran, rupanya di gedung SD barat yang ditempati siswa kelas 1 dan 2 SD ternyata Asmaul Husna diperdengarkan setiap hari.

Kembali ke acara buka puasa, Ibu Yanti menjelaskan, ternyata selama ini diadakan lomba antar kelas. Kelas mana yang dianggap pantas menjadi finalis untuk dapat tampil di acara sore itu. Mulai kelas 1 hingga 6 SD semua ikut lomba ini.
Dan sore ini yang kebetulan khusus untuk siswa kelas 4,5 dan 6, mereka telah diwakili oleh juara tingkat kelas masing-masing.

Terus terang, saya tak kuasa menahan air mata haru melihat penampilan mereka di depan. (seluruh siswa se kelas maju).
Tidak hanya 99 Asmaul Husna yang diucapkan. Tapi bagaimana mereka melagukannya dan mengucapkan doa – doa awal sungguh luar biasa.

Haru saya bertambah saat beberapa siswa putri yang duduk sebagai penonton didepan saya juga ikut melafazkan dengan sikap tertib dan seksama. Subhanallah!!!!........
Mungkin ini sesuatu hal yang tidak luar biasa bagi mereka. Mungkin merekapun masih belum begitu memahami maknanya. Namun tidak dapat dibayangkan bagaimana kemampuan mereka menyerap dengan telinga mereka dan akhirnya mampu menyenandungkannya.
Saat itu saya berdoa dalam hati,” Ya Allah…muliakanlah putra putri kecil ini…peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara ucapan-ucapan mereka akan kebesaran namaMU. Berilah kemudahan dan ketetapan hati bagi guru-guru yang selama ini membimbing mereka……… Alhamdulillaahi rabbil’alamin..hamdan yuwaafii ni’mahu wa yukaafii maziidah..”

Saat pemberian hadiah bagi para juara, sempat kubisikkan ke telinga mereka :
“ sayangku….papa dan mamamu tau tidak, kalau kalian hafal Asmaul Husna?”……
Siswa menjawab sambil tersenyum malu......”Gak tau dehhh....”....
Hmmm....tantangan bagi kita semua!



1 comment:

  1. Mungkin sebaiknya ditulis nama yg dapat hadiah itu di posting ini ... dan kabarkan pada ortu mereka ... thx dah mampir ke blog sy, keep fight

    ReplyDelete

Thanks for your comment!